Kamis, 08 Desember 2016

Cara Mengendalikan PC / Laptop dari Jarak Jauh

Bismillah..


Assalaamu'alaikum Sobat,
Pernah ga sobat menemui kendala ketika teman atau sodara atau siapapun itu butuh bantuan sobat untuk memperbaiki laptop/pc nya sedangkan sedang berbeda tempat ?yang ga mungkin banget untuk menemuinya..
untuk mengatasi hal itu, ada lho caranya selama laptop kita dan dia saling terhubung melalui jaringan internet. kita akan pelajari di postingan ini. yuk langsung aja ...

Syarat utama untuk bisa mengendalikan komputer lain adalah masing-masing harus komputer terinstal software client dan server. Software untuk mengendalikan komputer dari jarak jauh ini disebut dengan aplikasi Remote Desktop.
Pada sistem operasi Microsoft mulai dari Microsoft Windows XP, aplikasi Remote Desktop sudah otomatis terinstal pada saat kita menginstal Windows XP tersebut. Namun untuk bisa menjalankannya kita harus melakukan setting terlebih dahulu.
Untuk menjalankan Remote Desktop, minimal kita butuhkan 2 komputer (PC) yang terinstal aplikasi Remote Desktop. Cara melakukan settingnya adalah sebagai berikut.
Untuk memudahkan kita memahami cara setting dan koneksi Remote Desktop, maka saya akan memberina masing2 komputer adalah sebagai berikut:
  • Komputer Kamu => CLIENT
  • Komputer Teman => SERVER
Cara Setting di Komputer SERVER
1.Klik kanan My Computer dan pilih Properties. klik tab Remote kemudian beri tanda silang/checklist pada tulisan Allow users to connect remotely to this computer. Kemudian klik OK.



















2.Buka setting Windows Firewall, caranya klik Start > Control Panel > Windows Firewall, kemudian klik tab Exceptipns dan beri tandachecklist pada tulisan Remote Desktop. 
3.Dan yang terakhir pastikan komputer ini memiliki Password Administrator, jika belum ada cara membuatnya adalah klik Start > Control Panel > User Accounts, kemudian klik nama Useryang memiliki status sebagai Computer Administrator. Klik tulisan Create a password, kemudian masukkan password yang kamu inginkan dan masukkan lagi password yang sama di bawahnya dan klik Create Password. Jika ada pertanyaan Do you want to make your files and folders private? klik tombol Yes, Make Private





























Catat IP address komputer ini, caranya klik lambang Internet Connection/Local Area Connection di pojok kanan bawah kemudian klik tab Support dan catat IP Address komputer ini. 
Catat User Name komputer ini caranya klik Start maka user name akan terlihat pada sisi paling atas Start Menu ini jika Start Menu yang kamu gunakan adalah bukan Classic Start Menu.



















Setting di komputer SERVER telah selesai, sekarang kamu sudah bisa melakukan koneksi Remote Desktop dari komputer kamu (CLIENT.

Cara Melakukan koneksi Remote Desktop dari komputer CLIENT
  1. Jalankan aplikasi Remote Desktop Connection, caranya klik Start > All Programs > Accessories > Communications > Remote Desktop Connection.
  2. Klik tombol Options >>, masukkan hHstname/alamat IP komputer tujuan, User namedan password komputer tujuan. Misalnya seperti pada gambar di bawah ini, kemudian klik tombol Connect.
Jika berhasil, di layar kamu akan tampil desktop yang sama dengan komputer tujuan kamu. Sekarang dari sini kamu sudah bisa melakukan kontrol apa saja dengan menggunakan mouse dan keyboard kamu.
Selain aplikasi Remote Desktop, ada aplikasi lain yang bisa menjadi alternatif pilihan dengan fitur yang lebih dari sekedar Remote Desktop dan dengan kecepatan yang lebih baik, misalnya Remote Administrator (Radmin) dan Virtual Network Connection (VNC).
Catatan:
  • Jika komputer tujuan menggunakan koneksi Speedy, maka kamu harus melakukan setting Port Forwarding pada modem ADSL yang digunakan oleh komputer SERVER. Cara setting Port Forwarding tergantung dari merk modem ADSL masing-masing, untuk petunjuknya kamu bisa melihat di www.portforward.com sebagai bahan referensi. Cari petunjuk yang sesuai dengan merk dan tipe modem ADSL kamu.
  • Pada saat terjadi koneksi Remote Desktop, di komputer server tidak bisa melakukan aktifitas karena komputer server akan berada pada posisi Log off. Ini akan berbeda jika kamu menggunakan software lain seperti Radmin dan VNC.
Read More

Selasa, 11 Oktober 2016

Pengembangan Sistem Teknologi Informasi Metode SDLC (System Development Life Cycle) atau Waterfall

Hai Sobat... kali ini Saya akan berbagi pengetahuan mengenai Metode SDLC (System Development Life Cycle) atau biasa disebut metode Waterfall yang dapat digunakan untuk Pengembangan Sistem Teknologi Informasi.

Baik kita langsung saja ke pembahasan yaa..

SDLC (Systems Development Life Cycle), - Siklus Hidup Pengembangan Sistem atau Systems Life Cycle (Siklus Hidup Sistem), dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi. SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: rencana(planning),analisis (analysis), desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan (maintenance).[1] Dalam rekayasa perangkat lunak angsyat Ä, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak. Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak digunakan, yakni: siklus hidup sistem tradisional(traditional system life cycle), siklus hidup menggunakan prototyping (life cycle using prototyping), dan siklus hidup sistem orientasi objek (object-oriented system life cycle).
Adapun kegunaan utama dari SDLC adalah mengakomodasi beberapa kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan itu biasanya berasal dari kebutuhan pengguna akhir dan juga pengadaan perbaikan sejumlah masalah yang terkait dengan pengembangan perangkat lunak. Kesemua itu dirangkum pada proses SDLC yang dapat berupa penambahan fitur baru baik itu secara modular maupun dengan proses instalasi baru. Dari proses SDLC juga berapa lama umur sebuah perangkat lunak dapat diperkirakan untuk dipergunakan yang dapat diukur atau disesuaikan dengan kebijakan dukungan dari pengembang perangkat lunak terkait.

Sejarah SDLC
Siklus hidup sistem (SLC) adalah metodologi yang digunakan untuk menggambarkan proses untuk membangun sistem informasi , dimaksudkan untuk mengembangkan sistem informasi dalam cara yang sangat disengaja, terstruktur dan teratur, mengulangi setiap tahap siklus hidup . Pengembangan sistem siklus hidup, menurut Elliott & Strachan & Radford (2004), “berasal pada tahun 1960, untuk mengembangkan skala besar fungsional sistem bisnis di zaman skala besar konglomerat bisnis . Sistem informasi kegiatan berkisar berat pengolahan data dan angka-angka rutinitas “.

Beberapa kerangka kerja pengembangan sistem telah sebagian didasarkan pada SDLC, seperti analisis sistem terstruktur dan metode desain (SSADM) diproduksi untuk pemerintah Inggris Kantor Pemerintah Commerce pada 1980-an. Sejak saat itu, menurut Elliott (2004), “pendekatan siklus kehidupan tradisional untuk pengembangan sistem telah semakin digantikan

dengan alternatif pendekatan dan kerangka kerja, yang berusaha mengatasi beberapa kekurangan yang melekat pada SDLC tradisional”.
SDLC adalah proses yang digunakan oleh analis sistem untuk mengembangkan sistem informasi , termasuk persyaratan, validasi kepemilikan (stakeholder), pelatihan, dan pengguna. Setiap SDLC harus menghasilkan sistem berkualitas tinggi yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan, mencapai selesai dalam waktu dan perkiraan biaya, bekerja secara efektif dan efisien di saat ini dan direncanakan Teknologi Informasi infrastruktur , dan murah untuk mempertahankan dan biaya-efektif untuk meningkatkan. sistem komputer yang kompleks dan sering (terutama dengan munculnya baru-baru arsitektur berorientasi layanan ) link beberapa sistem tradisional berpotensi disediakan oleh vendor perangkat lunak yang berbeda. Untuk mengelola tingkat kompleksitas, sejumlah model SDLC atau metodologi telah diciptakan, seperti ” air terjun “;” spiral “;” Agile pengembangan perangkat lunak “;” prototipe cepat “;” incremental “; dan” sinkronisasi dan menstabilkan “.
Model SDLC dapat dijelaskan sepanjang spektrum gesit untuk iteratif untuk berurut. metodologi Agile , seperti XP dan scrum , fokus pada proses ringan yang memungkinkan untuk perubahan yang cepat di sepanjang siklus pengembangan. Iteratif metodologi, seperti kesatuan proses rasional dan dinamis pengembangan sistem metode , fokus pada lingkup proyek terbatas dan memperluas atau memperbaiki produk oleh beberapa iterasi. Sequential atau besar-desain-up-depan (BDUF) model, seperti Air Terjun , fokus pada perencanaan lengkap dan benar untuk membimbing proyek-proyek besar dan risiko untuk hasil yang sukses dan dapat diprediks. Model-model lain, seperti Pembangunan Anamorphic , cenderung fokus pada bentuk pembangunan yang dipandu oleh ruang lingkup proyek dan iterasi pengembangan fitur adaptif.
Dalam manajemen proyek proyek dapat didefinisikan baik dengan siklus hidup proyek (PLC) dan SDLC, selama kegiatan yang sedikit berbeda terjadi. Menurut Taylor (2004) “siklus hidup proyek mencakup semua kegiatan proyek , sedangkan siklus hidup pengembangan sistem berfokus pada produk menyadari persyaratan “.

Tahapan SDLC
SDLC terdiri dari beberapa tahapan-tahapan berdasarkan analisa kebutuhan yang ada . Dimulai dari analisa kebutuhan perangkat lunak akan dibuat terlebih dahulu desain dari kebutuhan tersebut untuk mempermudah dalam pengerjaannya. Kemudian segala kebutuhan tersebut di implementasikan dengan dua tahap yaitu tahap analisa dan tahap evaluasi (User Acceptance Test). Setelah melakukan implementasi, maka proses tersebut akan dikembalikan kembali ke dalam tahap desain untuk pengembangan kembali perangkat lunak ke versi yang terbaru.

Tahap – tahap SDLC dalam pembangunan sistem informasi Web :
  1.  Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan
  2. Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem
  3. Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi
  4. Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan
  5. Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat
  6. Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat

Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang, kadang-kadang bersama expert user, terutama dalam langkah spesifikasi kebutuhan dan perancangan sistem untuk memastikan bahwa langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai harapan. Jika tidak maka langkah tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke langkah sebelumnya.
Kaji ulang yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control, sedangkan pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance. Quality control dilakukan oleh personal internal tim untuk membangun kualitas, sedangkan quality assurance dilakukan oleh orang di luar tim untuk menguji kualitas sistem. Semua langkah dalam siklus harus terdokumentasi. Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi sistem


Read More

Kamis, 06 Oktober 2016

Cara membuat Jaringan Peer to Peer dengan Wireless pada Windows 7.

Hey Sobat Denis, kali ini Saya akan berbagi bagaimana cara membuat jaringan Peer to Peer dengan menggunakan Wireless / WiFi pada Windows 7. sebelumnya, Sobat Denis harus tahu dulu apa itu Jaringan Peer to Peer .
Oke Setelah Sobat Denis tahu apa itu Jaringan Peer to Peer, kita akan langsung ke pembahasan.

Membuat Jaringan Peer to Peer dengan Wireless pada Windows 7 sangatlah mudah, karena pada Windows 7 menyediakan fasilitas yang namanya Ad Hoc. terdapat dua cara untuk membuat jaringan ad hoc, pertama melalui pengaturan di Control Panel, dan yang kedua melalui Command Prompt. Disini, Saya hanya akan mempraktikkan bagaimana cara membuat jaringan Peer to Peer melalui Command Prompt.

1. Siapkan dua buah Laptop/PC.
2. Pada PC pertama, buat jaringan Ad Hoc, caranya buka Command Prompt. tekan logo Windows + R pada keyboard lalu ketik: cmd. maka akan muncul tampilan seperti berikut :


3. Lalu ketikkan : netsh wlan set hostednetwork mode=allow ssid=**** key=*** lalu tekan enter. (*** diganti dengan Nama SSID anda, dan Password key anda)


4. Setelah ditekan enter, maka akan muncul tampilan baru seperti berikut yang menandakan PC anda telah berhasil membuat jaringan Ad Hoc.


5. Setelah berhasil, langkah selanjutnya adalah mengaktifkan jaringan tersebut. Caranya ketikkan : netsh wlan start hostednetwork pada cmd tersebut, lalu tekan enter.
(untuk menghentikan jaringan tersebut, Sobat hanya tinggal mengganti kata Start menjadi Stop. netsh wlan stop hostednetwork)


6. Selesai ! Anda berhasil membuat jaringan ad hoc pada PC pertama, pada PC kedua silakan cek di menu WiFi, maka akan terlihat Jaringan yang telah anda buat.


langkah selanjutnya, Anda tinggal menghubungkan PC kedua ke PC pertama dengan klik Koneksi pada jaringan yang telah anda buat. setelah saling terhubung, anda dapat melakukan sharing file dari masing-masing PC tersebut.

Read More